Godaan Para Pendoa

Perayaan Ekaristi Novena salib suci Gunung Sempu bulan ke 2 telah dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2010 pkl 09.00. Seharusnya misa dipersembahkan oleh Rm. G. Suprayitno,Pr. Namun beliau memberi kabar melalui pesan singkat (sms) kalau beliau sedang sakit dan tidak dapat mempersembahkan misa. Tugas tersebut pada akhirnya digantikan oleh Rm. JB Fitri Gutanto ( Papa Tan ) dengan tema SYUKUR ATAS RAHMAT ALLAH, KITA TETAP SETIA SUJUD KEPADANYA.

Di dalam kotbahnya ada sebuah inspirasi yang bisa dipetik. Seperti biasa beliau mengemas kotbah dengan cerita yang dapat ditangkap oleh anak-anak sekalipun. Ceritanya tentang seorang anak yang memiliki mainan yang rusak karena jatuh. Anak itu berdoa agar mainannya diperbaiki. Kakaknya mendatanginya dan mengejek anak tersebut. “Ah Tuhan ga akan menjawab doamu.” Tapi anak itu membantah dan bilang kalau doanya akan dijawab. Sorenya si kakak melihat anak kecil tersebut sangat ceria. Tetapi setelah dilihat ternyata mainannya tetap rusak. Tuh kan dik, Tuhan ga akan menjawab doamu dan mainannya tetap rusak. Tapi si adik menjawab, salah kak, Tuhan telah menjawab doaku. Dia bilang mainanku ga bisa diperbaiki.

Dari cerita itu bisa dipetik bahwa Tuhan memiliki 3 jawaban bagi para pendoa. 1. dia memberikan apa yang kita mohon. 2 dia tidak memberikan apa yang kita mohon dan memberikan jalan lain yang lebih baik. 3. dia meminta kita menunggu dan ia mempunyai waktu sendiri yang terbaik untuk mengabulkan permohonan kita.

Terkadang manusia marah tidak terima atas jawaban Tuhan. Ketika ia tidak memberikan apa yang kita pinta padahal kita sudah berdoa dengan rajin. Tuhan mempunyai kuasa atas kita. Kita tak bisa mengatur Tuhan.

Godaan bagi para pendoa adalah ketika Tuhan selalu memberikan apa yang kita mohon tetapi pada suatu saat Ia tidak memberikan apa yang kita mohon. Kita merasa doa kita sia-sia dan tak berarti. Kadang ada yang marah sehingga tak mau lagi ke Gereja atau berdoa tak serajin dulu. Seharusnya kita mensyukuri apa yang diberikanNya kepada kita apa pun itu. Seperti lagu D’Masiv Syukuri Apa Yang Ada. Setiap jalan Ia beri pada kita adalah baik adanya.

Hendaklah doa kita itu kita persembahkan kepada Tuhan dan kita wajib bersyukur atas semua jawabannya dan tetap setia pada niat kita setia untuk tetap sujud padanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s