Mengapa Takut Mengakui Kesalahan atau Dosa

Manusia adalah makhluk Sosial, sehingga dalam kesehariannya pasti mempunyai kepentingan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, sejauh dalam keadaan normal ( tidak stress ). Namun ketika mereka berhadapan dengan penghambat yang disebut KESALAHAN atau DOSA maka komunikasi itu akan terhambat bahkan terhenti dan ciri khas sebagai makhluk sosial menjadi sirna. Itulah gambaran mengapa orang Katolik juga mengalami godaan untuk menerima belaskasih Allah melalui SAKRAMEN PENGAKUAN DOSA. Apa alasannya?

1. Merasa tidak nyaman ( Rikuh/pekewuh ) dengan BAPA PENGAKUAN yang sudah mereka kenal, sehingga rasanya malu kalau dosanya diketahui oleh Bapa Pengakuannya.

2. Ragu-ragu; rapuh; kecewa dengan diri sendiri,  merasa tidak konsisten dengan pengakuan sebelumnya. Bahkan baru saja pulang dari pengakuan sudah melakukan dosa lagi.

Padahal sesungguhnya Allah itu Maharahim, Ia senantiasa menunggu pertobatan kita. Allah mengetahui semuanya baik sebelum kita mengakui dosa-dosa kita, bahkan Allah mngetahui DOSA APA LAGI yang akan kita perbuat.

Seabagai bekal agar kita mantap untuk mengakui dosa di hadapan Allah baiklah saya kutip bacaan tentang perempuan yang berzinah berikut ini :
a. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” ( Yoh 8:10-11)

b. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Flp 3:13-14 )

Kedua kutipan tersebut di atas membawa kita untuk semakin mantap menuju ruang pengakuan untuk berekonsiliasi dengan Tuhan dan yang paling utama MENERIMA BERKAT PENGAMPUNAN, sehingga kita dapat melupakan yang telah kita lakukan untuk mengarahkan diri kepada yang ada di depan kita untuk memperoleh panggilan sorgawi dari Allah dalam diri Yesus Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s